Search
  • Januariska Bayu Dwinanda

Berbagai Penyebab ASI Berkurang pada Saat Menyusui

Setiap Mums pasti menginginkan dapat menyusui dengan lancar tanpa berbagai hambatan. Namun hampir semua Mums pernah merasakan ASI nya berkurang. Hal ini tentunya membuat para Mums cemas dan khawatir akan kecukupan ASI serta nutrisi untuk bayi nya. Untuk itu perlu kita ketahui bahwa jumlah ASI yang berkurang dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang terkadang tidak Mums sadari. Berikut adalah beberapa faktor diantaranya.

1. Mums Tidak Sering Menyusui


ASI dapat diproduksi karena kadar hormon prolaktin dalam tubuh wanita meningkat selama masa kehamilan hingga menyusui. Pada pada wanita yang melahirkan namun tidak sering menyusui, kadar hormon prolaktin akan semakin menurun.


Jika Mums sering menyusui dan memerah ASI, maka semakin banyak pula produksi ASI oleh payudara. Begitupun sebaliknya, jika Mums tidak sering menyusui, maka produksi ASI akan segera menurun. Maka bayi Mums harus lebih sering diberi ASI secara langsung setiap kali bayi Mums menginginkannya.


2. Kurang minum Air Putih


Pada saat menyusui, Mums perlu mengonsumsi air putih lebih banyak daripada biasanya untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi. Tidak hanya itu, air putih juga memiliki peranan yang sangat penting salah satunya yaitu untuk mencegah dehidrasi selama menyusui. Jika Mums kekurangan air pada saat menyusui, ini dapat menurunkan produksi ASI. Sehingga disarankan Mums untuk mengonsumsi air minimal 3 liter per hari.


3. Pelekatan yang tidak tepat


Dilansir dari alodokter.com, salah satu lainnya yang dapat menyebabkan produksi ASI berkurang yaitu pelekatan mulut bayi yang tidak tepat saat menyusu. Hal ini membuat bayi tidak mengisap ASI dengan optimal. Akibatnya, rangsangan pada tubuh untuk memproduksi ASI jadi berkurang, sehingga otomatis produksi ASI jadi sedikit.


Maka dari itu, pelekatan mulut bayi pada saat menyusu perlu diperhatikan dan dilakukan dengan benar Mums. Ciri dari pelekatan yang baik yaitu dagu bayi menyentuh payudara Mums dengan mulut dan bibir terbuka lebar.


4. Gangguan fungsi tiroid


Ibu menyusui yang memiliki gangguan fungsi tiroid akan berisiko mengalami penurunan jumlah produksi ASI. Mengutip dari alodokter.com, ibu yang menderita hipertiroidisme tidak dilarang menyusui bayinya, dokter biasanya akan menyesuaikan pengobatan hipertiroid tersebut sehingga tidak membahayakan anak yang disusui.


Namun sambil menunggu produksi ASI Mums pulih kembali, Mums bisa tetap memberikan bayi Mums ASI perah dari donor ASI yang sesuai.


5. Mengonsumsi obat atau kontrasepsi


Beberapa obat dan kontrasepsi dapat menyebabkan produksi ASI menurun. Jika Mums ingin mengonsumsi obat - obatan tertentu, pastikan obat tersebut aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Untuk Mums yang ingin menjalankan program KB atau ingin mencegah kehamilan, pililah pil KB yang aman dikonsumsi oleh Mums sehingga tidak berpengaruh terhadap proses produksi ASI. Mums juga bisa konsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait jenis kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui.

21 views0 comments

Recent Posts

See All